Home » » Contoh PTK IPA KELAS II BAB III

Contoh PTK IPA KELAS II BAB III

Written By Bapak Rinoto on Wednesday, April 4, 2012 | 11:26 PM

BAB III
METODE PENELITIAN
  1. Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua menurut kalender pendidikan di SD ............. Penelitian ini memerlukan waktu 5 bulan yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2011. Kegiatan dimulai dari izin penelitian sampai dengan penulisan laporan. Pengumpulan data dan penelitian setiap siklusnya adalah sebagai berikut:
1.      Siklus pertama Selasa, 8 dan 15 Maret 2011
2.      Siklus kedua Selasa 22 dan 29 Maret 2011
3.      Siklus ketiga Selasa 5 dan 12 April 2011

Tabel 3.1
Jadwal kegiatan Penelitian Mata Pelajaran IPA
No
Jenis Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
Jan
Feb
Mar
April
Mei
Juni
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan























2
Penyusunan Proposal



 




















3
Penyusunan Instrumen























4
Pengamatan Awal























5
Pelaksanaan Siklus I






















6
Pelaksanaan Siklus II






















7
Pelaksanaan Siklus III






















8
Analisis hasil per siklus




















9
Penyusunan Laporan




















  1. Subjek Penelitian
1.      Lokasi
Penelitian ini dilaksanakan di SD ................... yang berlokasi di RT 01 RW 01, Desa ............ kurang lebih 1 km, sedangkan kota ........... kurang lebih 23 km dari arah barat daya. Secara geografis SD ................ terletak di antara pemukiman penduduk, di pinggir jalan desa, sebelah utara, timur, selatan, dan barat adalah pemukiman penduduk. Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada denah berikut:

Tempat Sepeda
Ruang Komputer
Kantor dan Ruang Guru
WC
Perpus
Mushola
ruang kelas









2.      Mata Pelajaran
Mata pelajaran yang menjadi bahan penelitian adalah IPA, yaitu mengenai konsep “sumber energi” yang merupakan materi semester dua dengan spesifikasi sebagai berikut:
Standar Kompetensi        : 3.         Mengenal berbagai sumber energi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya.
Kompetensi Dasar            : 3.1       Mengidentifikasi sumber-sumber  energi (panas, listrik, cahaya, dan bunyi) yang ada di lingkungan sekitar.
Indikator                          : 3.1.1    Mencari contoh alat-alat rumah tangga yang dapat menghasilkan panas, bunyi, dan cahaya.
                                           3.1.2    Menunjukkan sumber energi yang menghasilkan panas, bunyi, dan cahaya.
3.      Kelas
Subjek penelitian adalah tempat peneliti memperoleh keterangan atau data penelitian. Maka subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas II SD ........... yang berjumlah 37 siswa, karena peneliti mengetahui keadaan siswa di kelas II ini, dari 37 siswa rata-rata hasil belajar mereka belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Siswa pada umumnya sulit memahami materi, kurang bersungguh-sungguh, sehingga berimbas pada hasil belajar yang rendah.
4.      Karakteristik siswa
Salah satu karakteristik PTK adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas, sehingga fokus penelitian adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi. Karena siswa terlibat dalam penelitian, karakteristik siswa harus dipahami agar PTK berjalan lancar PTK dilaksanakan di kelas II SD ............. dengan jumlah siswa 37, terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Usia mereka rata-rata 8 tahun. Latar belakang kehidupan mereka mayoritas keluarga petani yaitu, 18 siswa, 3 siswa dari keluarga pegawai negeri sipil, 12 siswa dari keluarga pedagang dan 4 siswa dari keluarga buruh tani. Keadaan fisik siswa umumnya baik. Jarak dari rumah ke sekolah kurang dari 1000 m. Mayoritas siswa ke sekolah jalan kaki, dan ada 5 siswa yang bersepeda. Prestasi akademik siswa pada semester satu tahun pelajaran 2010/2011 cukup lumayan, meskipun ada 2 siswa pada mata pelajaran tertentu belum mencapai KKM yang ditetapkan.

  1. Data dan Sumber Data
1.      Jenis Data
a.       Data Kuantitatif
Data Kuantitatif yaitu data tentang hasil tes formatif siswa sebelum dan sesudah diadakan perbaikan.
b.      Data Kualitatif
Data Kualitatif yaitu data tentang keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
2.      Sumber data
Yang dimaksud sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data diperoleh. (Suharsimi Arikunto, 1997:114). Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini meliputi:
a.    Siswa
Untuk mendapatkan data berupa hasil belajar/evaluasi dan aktivitas siswa ketika diamati dalam kegiatan pembelajaran, yang tertuang dalam lembar pengamatan/observasi.


b.    Guru kelas II
Untuk mendapatkan data berupa hasil pengamatan awal, peneliti dan juga subjek yang akan diamati dan kepala sekolah ketika pelaksanaan tindakan. Dengan demikian data yang diperoleh berupa komponen observasi pada lembar observasi yang akan diisi oleh peneliti dan kepala sekolah.
c.    Teman Sejawat
Guru kelas II yang melakukan tindakan, diamati juga oleh Teman Sejawat, sehingga sumber data yang diperoleh berupa komponen pada lembar observasi yang akan diamati. Hasil observasi teman sejawat sebagai bahan untuk penelitian dan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa tentang perpindahan konsep sumber energi.

  1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif yang berupa data tentang hasil belajar siswa dengan memberikan tes kepada siswa. Tes sebagai pengumpul data dibuat oleh guru yang disusun menggunakan prosedur tertentu dan data tentang penilaian kegiatan siswa untuk setiap kelompok. Data kualitatif berupa data tentang kemudahan siswa dalam memahami materi, dilakukan dengan wawancara dengan siswa, dengan Teknik wawancara langsung, yaitu pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan subjek yang diteliti. Data yang lain adalah data tentang keaktifan belajar siswa, dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Observasi dilakukan di dalam kelas yang digunakan untuk penelitian.

  1. Validitas Data
Validitas adalah “suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument” (Suharsimi Arikunto, 1998: 160).
Dalam penelitian ini untuk menguji kesahihan data dengan menggunakan trianggulasi, yang terdiri dari trianggulasi data, trianggulasi peneliti, dan trianggulasi teori. Hal tersebut melibatkan peneliti/guru, kepala sekolah, rekan guru, dosen pembimbing serta rekan sejawat.

  1. Teknik Analisis Data
Data kuantitatif akan diolah melalui analisis deskriptif, sedangkan data kualitatif akan diolah dalam bentuk paparan narasi yang menggambarkan kualitas pembelajaran. Dalam pengumpulan data tersebut, peneliti dibantu oleh teman sejawat dengan identitas dan tugas sebagai berikut:
Nama                        :           
NIP                          :           
Jabatan                     :           Guru
Unit Kerja                :           SD
Tugas                        :           -      Mengobservasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran mulai siklus I sampai dengan selesai.
-            Memberikan masukan tentang kekuatan dan kelemahan yang terjadi selama proses pembelajaran.
-            Ikut serta merencanakan perbaikan pembelajaran.

  1. Indikator Kinerja
Untuk mengetahui adanya perbaikan dalam proses dan hasil belajar sesuai dengan tujuan penelitian diperlukan indikator.
Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah intervensi yang digunakan dapat membantu siswa mempermudah memahami materi adalah respon, tanggapan, dan opini siswa yang menunjukkan kesetujuan.
Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa adalah peningkatan hasil belajar siswa baik secara individual maupun klasikal serta ketuntasan belajar siswa. Siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah mencapai tingkat pemahaman materi 65% ke atas yang ditunjukkan dengan perolehan nilai formatif 60 atau lebih (sesuai KKM).

  1. Prosedur Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PKT). Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR), yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas.
Menurut Suharsini Arikunto (dalam Rusna RA, 2010:30) di dalam PTK memiliki tiga pengertian, yaitu: 1) Penelitian, yang merupakan suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. 2) Tindakan, merupakan suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Tindakan dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan siswa. 3) Kelas, dalam hal ini tidak terikat dengan ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama, dan guru yang sama pula.
Mills (dalam Rusna RA, 2010:31) mendefinisikan penelitian tindakan sebagai “Systematic Inkuiri” yang dilakukan oleh guru, kepada sekolah, atau konsuler untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktek yang dilakukannya. Informasi ini digunakan untuk meningkatkan persepsi serta mengembangkan “Reflective practice” yang berdampak positif pada berbagai praktik persekolahan, termasuk memperbaiki hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat, (Wardani, 2006:1-4).
Dalam penelitian tindakan kelas ini strategi yang digunakan mengacu pada model siklus. Lebih lanjut Rusna RA (2007:7-8) mengatakan PTK dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan untuk merevisi rencana, jika ternyata tindakan yang dilaksanakan belum berhasil memecahkan masalah, seperti tampak pada gambar berikut:
Refleksi
Perencanaan
Siklus I
Refleksi
Pelaksanaan
Perencanaan
Pengamatan
Siklus III
?
Refleksi
Perencanaan
Pengamatan
Siklus II
Pelaksanaan
Pengamatan
Pelaksanaan
Gambar 3.2 Daur Penelitian Tindakan Kelas
Daur PTK dimulai dengan kegiatan merencanakan, tahap ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. Tahap pelaksanaan/tindakan sebagai Langkah kedua dan merupakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan. Tindakan perencanaan ini perlu diobservasi agar tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang segera diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Setelah pengamatan dilakukan selama proses tindakan berlangsung, hasil pengamatan didiskusikan dengan teman sejawat guna mendapat refleksi. Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses pembelajaran, baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilan pembelajaran bagi siswa. Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya. Daur PTK tersebut perlu didesain lebih lanjut agar kelemahan dapat diminimalkan, sehingga secara kronologis peneliti dengan mudah melakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan daur ulang dalam tiga siklus.
Perbaikan pembelajaran dimulai dari ide awal, studi pendahuluan yang meliputi proses pembelajaran, tes diagnostic sebagai data awal, analisis dokumen kelas, wawancara dengan siswa, dan diskusi dengan supervisor. Pemantapan antara lain refleksi, studi literature, dan diskusi dengan supervisor tentang alat peraga kongkret dan materi pembelajaran aktif. Persiapan yang meliputi penyusunan RPP, tes formatif, lembar observasi, LKS, mempersiapkan observer, dan simulasi. Tindakan yang terbagi ke dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Apabila siklus I belum berhasil maka dilakukan siklus II, apabila siklus II belum berhasil maka diadakan siklus III. Pada siklus III diharapkan telah berhasil dan perbaikan pembelajaran berhenti di siklus III. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan alur proses perbaikan pembelajaran berikut:

IDE AWAL

Studi Pendahuluan
1.      Proses Pembelajaran
2.      Tes Diagnostik (data awal)
3.      Analisis Dokumen Kelas
4.      Wawancara dengan Siswa
5.      Diskusi dengan Supervisor



Pemantapan
1.      Refleksi
2.      Studi Literatur
3.      Diskusi tentang penggunaan media audio
Persiapan Penelitian
1.      Penyusunan RPP, Tes Formatif, lembar observasi, dan LKS
2.      Mempersiapkan observer
3.      Simulasi

Tindakan Siklus I
1.      Perencanaan Tindakan
2.      Pelaksanaan Tindakan
3.      Observasi
4.      Refleksi Siklus I

Tindakan Siklus II
1.      Perencanaan Tindakan
2.      Pelaksanaan Tindakan
3.      Observasi
4.      Refleksi Siklus II

Tindakan Siklus III
1.      Perencanaan Tindakan
2.      Pelaksanaan Tindakan
3.      Observasi
4.      Refleksi Siklus III

Belum
Revisi
Revisi
Belum
Kesimpulan
Berhasil
Gambar 3.3 Bagan Alur Proses Perbaikan Pembelajaran
Prosedur perbaikan pembelajaran selanjutnya dirancang dalam urutan tahapan sebagai berikut: 1) Mengidentifikasi masalah, menganalisis, merumuskan masalah, dan merumuskan hipotesis; 2) Menemukan cara memecahkan masalah/tindakan perbaikan; 3) Merancang scenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam RPP; 4) Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan teman sejawat yang ditugasi sebagai Pengamat (observer); 5) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan scenario yang telah dirancang dan diamati oleh teman sejawat; 6) mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat; 7) Melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan; 8) konsultasi dengan supervisor; 9) Merancang tindak lanjut; 10) Re-planning dan seterusnya sampai mencapai batas kriteria yang telah ditetapkan.

0 comments:

Post a Comment

Bagi yang menginginkan contoh PTK lengkap bisa SMS ke 081328239660