- Identifikasi masalah, yaitu menentukan masalah yang akan diatasi yang dilakukan melaui refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil refleksi guru dapat mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki ataupun kekuatan yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
- Analisis masalah, yaitu mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya masalah yang akan dijadikan dasar dalam merumuskan dan menentukan alternatif tindakan perbaikan. Analisis masalah dapat dilakukan guru dengan mengingat kembali peristiwa yang menimbulkan masalah, berdialog dengan siswa, dan melihat ulang hasil kerja siswa.
- Alternatif dan prioritas pemecahan masalah, yaitu mengidentifikasi berbagai alternatif tindakan yang mungkin dan menentukan prioritas alternatif yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yangh dihadapi.
- Merumuskan masalah, yaitu merumuskan masalah yang akan diatasi melalui penelitian. Rumusan masalah ini dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
Home » Posts filed under PTK
Showing posts with label PTK. Show all posts
Showing posts with label PTK. Show all posts
Sunday, March 9, 2014
Cara Menentukan Masalah Fokus PTK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimulai dari tahap perencanaan. Untuk dapat merencanakan PTK, guru harus menentukan masalah yang akan menjadi fokus penelitian. Penentuan fokus dapat dilakukan guru melalui studi pendahuluan dengan melakukan kegiatan berikut:
Mengapa Guru Harus Melakukan PTK?
PTK adalah proses penelitian sistematis yang dilakukan guru atau orang lain dalam lingkungan pembelajaran untuk memperoleh informasi tentang bagaimana guru mengajardan siswa belajar serta melakukan tindakan untuk memperbaikinya (Mills, 2000).
Mills, G.e. 2000. Action Research. A Guide for the Teacher Researcher. Columbus: Merrill, An Imprint of Prentice Hall.
PTK adalah proses penelitian yang sistematis dan terencana melalui tindakan perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri.
Schmuck, R.A. 1997. Practical Action Research for Change. Arlington Height: Skylight Professional Development.
PTK bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru sehingga kualitas pembelajaran menjadi lebih meningkat.
Guru perlu melakukan penelitian tindakan kelas karena beberapa alasan berikut ini (Wardani, dkk, 2005):
Wardani, IG.A.K. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Dengan melakukan PTK, guru memperoleh banyak manfaat. Menurut Wardani, dkk, (2005) manfaat PTK bagi guru antara lain:
Keterbatasan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah:
Wardani, IG.A.K., Julaeha, S., & Marsinah, N. 2013. Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Mills, G.e. 2000. Action Research. A Guide for the Teacher Researcher. Columbus: Merrill, An Imprint of Prentice Hall.
PTK adalah proses penelitian yang sistematis dan terencana melalui tindakan perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri.
Schmuck, R.A. 1997. Practical Action Research for Change. Arlington Height: Skylight Professional Development.
PTK bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru sehingga kualitas pembelajaran menjadi lebih meningkat.
Guru perlu melakukan penelitian tindakan kelas karena beberapa alasan berikut ini (Wardani, dkk, 2005):
- Guru mempunyai otonomi untuk menilai sendiri kinerjanya.
- Temuan berbagai penelitian pembelajaran yang dilakukan oleh para peneliti sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran.
- Guru adalah orang yang paling akrab dan paling mengetahui kelasnya.
- Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik.
- Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.
Wardani, IG.A.K. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Dengan melakukan PTK, guru memperoleh banyak manfaat. Menurut Wardani, dkk, (2005) manfaat PTK bagi guru antara lain:
- membantu guru memperbaiki pembelajaran,
- membantu guru berkembang secara profesional,
- meningkatkan rasa percaya diri guru, serta
- memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
Keterbatasan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah:
- kesahihan atau validitasnya yang masih sering disangsikan,
- tidak dapat melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas, serta
- peran guru yang sekaligus bertindak sebagai pengajar dan peneliti sering membuat guru menjadi sangat repot.
Wardani, IG.A.K., Julaeha, S., & Marsinah, N. 2013. Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Wednesday, February 12, 2014
Teknik Analisis Data Reduksi Penyajian Kesimpulan Data PTK
Teknik Analisi Data dalam PTK merupakan hal yang sangat penting hubungannya dengan keabsahan dan kevalidan data penelitian, berikut ini contoh Teknik Analisis Data Reduksi Penyajian Kesimpulan Data PTK:
Contoh Pertama:
Teknik Analisis Data
Data yang dianalisis meliputi data kuantitatif (dengan menampilkan angka-angka sebagai ukuran prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan angka sebagai perbandingan).
Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah diadakan tindakan perbaikan pembelajaran.
Tahapan dalam tindakan menganalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
1. Reduksi Data
Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang dapat memberi informasi faktual.
2. Penyajian data
Penyajian data dilakukan dalam bentuk sekumpulan informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.
3. Penarikan kesimpulan
Kegiatan penarikan kesimpulan merupakan kegiatan tahap akhir dari proses analisis data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam dua tahap sebelumnya.
Contoh Kedua:
Teknik Analisis Data
1. Data
Data kuantitatif yaitu data tentang hasil evaluasi siswa dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Data berupa nilai tes formatif sebagai bahan analisis untuk menentukan tindakan selanjutnya.
Data kualitatif diperoleh dari lembar pengamatan keaktifan siswa selama proses perbaikan pembelajaran. Data berupa tingkat keaktifan kelas dan siswa dalam melaksanakan diskusi kelompok.
2. Sumber Data
Data penelitian diperoleh dari siswa, guru sebagai peneliti, dan supervisor 2 sebagai pengamat dan pembimbing.
Data yang diperoleh dari siswa berupa nilai hasil evaluasi dan lembar pengamatan aktivitas siswa.
Data yang diperoleh dari guru adalah hasil pengamatan awal pada kegiatan pra siklus dan berupa komponen observasi pada lembar pengamatan kinerja guru.
Tindakan peneliti diamati oleh supervisor 2, sehingga sumber data yang diperoleh, berupa komponen pada lembar observasi. Hasil observasi supervisor 2 sebagai bahan penelitian dan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data penelitian berupa teknik dokumentasi, observasi, dan tes.
Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang nama siswa, hasil belajar, dan gambaran tindakan setiap siklus.
Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Teknik observasi yang digunakan adalah observasi sistematis, yaitu menggunakan instrumen pengamatan. Instrumen pengamatan berupa daftar pengamatan yang berisi item-item kejadian atau tindakan yang dilakukan dalam penelitian. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan pembelajaran.
Teknik tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa, setelah dilaksanakan evaluasi.
4. Analisis Data
Data yang dianalisis meliputi data kuantitatif (dengan menampilkan angka-angka sebagai ukuran prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan angka sebagai perbandingan). Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah diadakan tindakan perbaikan pembelajaran.
Tahapan tindakan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang dapat memberi informasi factual.
Penyajian data dilakukan dalam bentuk sekumpulan informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.
Kegiatan penarikan kesimpulan merupakan kegiatan tahap akhir dari proses analisis data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam dua tahap sebelumnya.
Demikian Teknik Analisis Data Reduksi Penyajian Kesimpulan Data PTK, semoga bermanfaat.
Contoh Pertama:
Teknik Analisis Data
Data yang dianalisis meliputi data kuantitatif (dengan menampilkan angka-angka sebagai ukuran prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan angka sebagai perbandingan).
Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah diadakan tindakan perbaikan pembelajaran.
Tahapan dalam tindakan menganalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
1. Reduksi Data
Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang dapat memberi informasi faktual.
2. Penyajian data
Penyajian data dilakukan dalam bentuk sekumpulan informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.
3. Penarikan kesimpulan
Kegiatan penarikan kesimpulan merupakan kegiatan tahap akhir dari proses analisis data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam dua tahap sebelumnya.
Contoh Kedua:
Teknik Analisis Data
1. Data
Data kuantitatif yaitu data tentang hasil evaluasi siswa dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Data berupa nilai tes formatif sebagai bahan analisis untuk menentukan tindakan selanjutnya.
Data kualitatif diperoleh dari lembar pengamatan keaktifan siswa selama proses perbaikan pembelajaran. Data berupa tingkat keaktifan kelas dan siswa dalam melaksanakan diskusi kelompok.
2. Sumber Data
Data penelitian diperoleh dari siswa, guru sebagai peneliti, dan supervisor 2 sebagai pengamat dan pembimbing.
Data yang diperoleh dari siswa berupa nilai hasil evaluasi dan lembar pengamatan aktivitas siswa.
Data yang diperoleh dari guru adalah hasil pengamatan awal pada kegiatan pra siklus dan berupa komponen observasi pada lembar pengamatan kinerja guru.
Tindakan peneliti diamati oleh supervisor 2, sehingga sumber data yang diperoleh, berupa komponen pada lembar observasi. Hasil observasi supervisor 2 sebagai bahan penelitian dan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data penelitian berupa teknik dokumentasi, observasi, dan tes.
Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang nama siswa, hasil belajar, dan gambaran tindakan setiap siklus.
Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Teknik observasi yang digunakan adalah observasi sistematis, yaitu menggunakan instrumen pengamatan. Instrumen pengamatan berupa daftar pengamatan yang berisi item-item kejadian atau tindakan yang dilakukan dalam penelitian. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan pembelajaran.
Teknik tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa, setelah dilaksanakan evaluasi.
4. Analisis Data
Data yang dianalisis meliputi data kuantitatif (dengan menampilkan angka-angka sebagai ukuran prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan angka sebagai perbandingan). Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah diadakan tindakan perbaikan pembelajaran.
Tahapan tindakan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang dapat memberi informasi factual.
Penyajian data dilakukan dalam bentuk sekumpulan informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.
Kegiatan penarikan kesimpulan merupakan kegiatan tahap akhir dari proses analisis data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam dua tahap sebelumnya.
Demikian Teknik Analisis Data Reduksi Penyajian Kesimpulan Data PTK, semoga bermanfaat.
Wednesday, November 6, 2013
Contoh PTK Bahasa Inggris BAB I Metode Kerja Kelompok
Meskipun pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal, namun tidak ada salahnya kalau dilakukan PTK untuk memperbaiki hasil belajar siswa yang rendah.
Berikut ini Contoh PTK Bahasa Inggris BAB I Metode Kerja Kelompok dengan judul Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris melalui Penggunaan Metode Kerja Kelompok pada Siswa Kelas IV SD
BAB I
PENDAHULUAN
Berikut ini Contoh PTK Bahasa Inggris BAB I Metode Kerja Kelompok dengan judul Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris melalui Penggunaan Metode Kerja Kelompok pada Siswa Kelas IV SD
BAB I
PENDAHULUAN
Saturday, November 2, 2013
Contoh PTK Jurnal Pembimbingan Supervisor 2
Keberhasilan PTK penelitian tindakan kelas tidak lepas dari peranan supervisor 2 atau yang lebih dikenal dari dulu dengan sebutan teman sejawat.
Peranan supervisor 2 dalam PTK adalah sebagai pembimbing dan pengamat perbaikan pembelajaran di kelas. Supervisor 2 adalah Kepala Sekolah atau pengawas SD atau guru senior diutamakan yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Supervisor 2 bertugas untuk membimbing mahasiswa melakukan praktek perbaikan pembelajaran.
Peran Supervisor 2 dalam PTK adalah:
Peranan supervisor 2 dalam PTK adalah sebagai pembimbing dan pengamat perbaikan pembelajaran di kelas. Supervisor 2 adalah Kepala Sekolah atau pengawas SD atau guru senior diutamakan yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Supervisor 2 bertugas untuk membimbing mahasiswa melakukan praktek perbaikan pembelajaran.
Peran Supervisor 2 dalam PTK adalah:
- mendiskusikan dan memberi masukan terhadap hasil refleksi pembelajaran dan RPP mahasiswa dengan menggunakan APKG 1.
- Mengamati dan memberi masukan untuk pelaksanaan praktek perbaikan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa dengan menggunakan APKG 2
- mendiskusikan dan memberi masukan terhadap pelaksanaan praktek perbaikan pembelajaran berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan lembar observasi pengamatan kinerja guru.
- bersama mahasiswa menuliskan semua hasil pembimbingan ke dalam jurnal pembimbingan supervisor 2 PKP.
Friday, November 1, 2013
Contoh Lembar Observasi Pengamatan Kinerja Guru
Dalam kegiatan PTK penelitian tindakan kelas, seorang guru diamati atau diobservasi oleh supervisor 2 atau teman sejawat untuk mendapatkan data tentang kinerja guru ketika melakukan pembelajaran ataupun perbaikan pembelajaran di kelasnya.
Dalam laporan PTK terbaru 2013, Lembar Observasi Pengamatan Kinerja Guru berada dalam lampiran 4. Berikut ini Contoh Lembar Observasi Pengamatan Kinerja Guru dalam PTK
Friday, October 25, 2013
Contoh Karil Karya Ilmiah IPA Terbaru
Karya Ilmiah yang sering disebut dengan karil adalah ringkasan laporan PTK Penelitian Tindakan Kelas sebagai syarat tugas akhir perkuliahan untuk meraih titel Sarjana Pendidikan S1.
Berikut ini contoh Contoh Karil Karya Ilmiah IPA Terbaru 2013:
Berikut ini contoh Contoh Karil Karya Ilmiah IPA Terbaru 2013:
UPAYA
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN
HASIL BELAJAR
IPA TENTANG PENGARUH ENERGI
MELALUI METODE
INKUIRI DI SD
Oleh: Peneliti
e-mail: peneliti@gmail.com
Wednesday, October 23, 2013
Contoh Indikator Kinerja Kriteria Keberhasilan PTK
PTK adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi guru di kelasnya. Untuk mengukur keberhasilan PTK, diperlukan Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan PTK.
Dalam sistematika laporan PTK terbaru 2013, Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan terletak pada BAB II Kajian Pustaka.
Berikut ini contoh Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan PTK
Tuesday, October 22, 2013
Contoh Kegiatan Refleksi dalam Alur PTK
Di dalam PTK atau Penelitian Tindakan Kelas, ada 4 kegiatan yang penting yang harus dilaksanakan sesuai dengan urutan-urutannya, yaitu:
- Perencanaan (planning)
- Pelaksanaan/tindakan (Acting)
- Pengamatan (observing)
- Refleksi (reflecting)
Contoh Kegiatan Pengamatan dalam Alur PTK
Dalam penelitian tindakan kelas PTK terdapat 4 kegiatan penting yang harus dilakukan sesuai urutannya, yaitu:
- Perencanaan (planning)
- Pelaksanaan/tindakan (Acting)
- Pengamatan (observing)
- Refleksi (reflecting)
Ke-4 langkah tersebut harus dilaksanakan sesuai urutannya. Berikut ini kami sampaikan kegiatan yang ke-3, yaitu pengamatan (observing):
Contoh Kegiatan Pengamatan dalam Alur PTK pada siklus I
Friday, October 4, 2013
Contoh BAB II PTK Matematika Kelas III 3 tiga topik uang
Setelah pada postingan sebelumnya disampaikan contoh BAB I, berikut ini contoh BAB II PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang dengan judul Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar terhadap topik uang melalui
penggunaan metode yang bervariasi. Ini adala
hanya sebagai contoh referensi saja dalam pembuatan PTK Matematika Kelas
II SD, dalam pembuatan laporan tugas akhir mata kuliah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Contoh BAB I PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang
Berikut ini contoh BAB I PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang dengan judul Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar terhadap topik uang melalui
penggunaan metode yang bervariasi. Ini adala hanya sebagai contoh referensi saja dalam pembuatan PTK Matematika Kelas II SD, dalam pembuatan laporan tugas akhir mata kuliah.
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
Contoh Abstrak PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang
Berikut ini Contoh Abstrak PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang dengan judul "Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas III SD pada Topik Uang dengan
Pemberian Contoh Uang Kertas dan Logam dan Metode yang Bervariasi"
ABSTRAK
Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas III SD pada Topik Uang dengan
Pemberian Contoh Uang Kertas dan Logam dan Metode yang Bervariasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Program Studi S1 PGSD. FKIP.
Saturday, September 21, 2013
Contoh Kajian Pustaka dalam PTK IPA
Contoh Kajian Pustaka dalam PTK IPA - Kajian Pustaka dalam suatu penelitian adalah sesuatu yang sangat penting, karena keabsahan penelitian sangat tergantung pada kajian pustakanya. Banyak mahasiswa atau guru yang bingung dalam memilih pustaka sebagai acuan untuk penelitiannya.
Berikut ini Contoh Kajian Pustaka dalam PTK IPA dan daftar pustakanya, mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca yang budiman. Artikel ini sebagai referensi saja.
Friday, April 27, 2012
PTK IPA KELAS IV BAB II
Berikut ini contoh PTK IPA Kelas IV BAB II Kajian Pustaka
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian
Teori
1.
Pengertian Hasil Belajar IPA
Sebagai landasan dalam merencanakan dan
melaksanakan PTK ini, akan diuraikan secara berturut-turut pengertian hasil
belajar IPA.
a.
Hakikat Pendidikan IPA
Secara sederhana IPA didefinisikan
sebagai ilmu tentang fenomena alam semesta. Dalam kurikulum 2004 sains (IPA)
diartikan sebagai cara mencari tahu secara sistematis tentang alam semesta.
Menurut Herlen dalam Dahar R.W (1992:3) seperti yang diucapkan Einstein: “Science
is the attempt to make the chaotic diversity of our sense experience correspond
to a logically uniform system of thought”, mempertegas bahwa IPA merupakan
suatu bentuk upaya yang membuat berbagai pengalaman menjadi satu sistem pola berpikir logis
tertentu, yang dikenal dengan pola berpikir ilmiah.
PTK IPA KELAS IV BAB I
Berikut ini contoh PTK IPA Kelas IV BAB I Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu
pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga merupakan kegiatan guru untuk
membimbing atau memfasilitasi siswa untuk menemukan pengetahuan dan pengalaman
belajar.
Menurut
Robert J. Havighurt dalam Mikarsa (1995:7) anak usia SD memiliki karakteristik
senang bermain, senang bergerak, senang belajar atau bekerja dalam kelompok dan
senang melakukan atau melaksanakan serta memperagakan sesuatu secara langsung. Karakteristik
membawa implikasi bahwa guru harus mampu merancang model pembelajaran yang
memungkinkan adanya unsur permainan, anak berpindah atau bergerak, anak bekerja
dalam kelompok, dan anak terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan
informasi. Hal ini senada dengan pendapat yang disampaikan oleh Ningrum
(2003:41) “mengajar adalah membina siswa bagaimana belajar, bagaimana berfikir,
dan bagaimana mencari informasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)