Showing posts with label PTK. Show all posts
Showing posts with label PTK. Show all posts

Sunday, March 9, 2014

Cara Menentukan Masalah Fokus PTK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimulai dari tahap perencanaan. Untuk dapat merencanakan PTK, guru harus menentukan masalah yang akan menjadi fokus penelitian. Penentuan fokus dapat dilakukan guru melalui studi pendahuluan dengan melakukan kegiatan berikut:
  1. Identifikasi masalah, yaitu menentukan masalah yang akan diatasi yang dilakukan melaui refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil refleksi guru dapat mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki ataupun kekuatan yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
  2. Analisis masalah, yaitu mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya masalah yang akan dijadikan dasar dalam merumuskan dan menentukan alternatif tindakan perbaikan. Analisis masalah dapat dilakukan guru dengan mengingat kembali peristiwa yang menimbulkan masalah, berdialog dengan siswa, dan melihat ulang hasil kerja siswa.
  3. Alternatif dan prioritas pemecahan masalah, yaitu mengidentifikasi berbagai alternatif tindakan yang mungkin dan menentukan prioritas alternatif yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yangh dihadapi.
  4. Merumuskan masalah, yaitu merumuskan masalah yang akan diatasi melalui penelitian. Rumusan masalah ini dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
Setiap guru pasti memiliki permasalahan dalam pembelajaran yang dilakukan sehari-hari di kelasnya, jadi untuk menentukan sebuah masalah yang akan diangkat sebagai bahan penelitian sebenarnya sangatlah mudah, hanya tinggal memilih masalah mana yang mungkin bisa diatasi dengan penelitian sebagai fokusnya.

Mengapa Guru Harus Melakukan PTK?

PTK adalah proses penelitian sistematis yang dilakukan guru atau orang lain dalam lingkungan pembelajaran untuk memperoleh informasi tentang bagaimana guru mengajardan siswa belajar serta melakukan tindakan untuk memperbaikinya (Mills, 2000).

Mills, G.e. 2000. Action Research. A Guide for the Teacher Researcher. Columbus: Merrill, An Imprint of Prentice Hall.

PTK adalah proses penelitian yang sistematis dan terencana melalui tindakan perbaikan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri.

Schmuck, R.A. 1997. Practical Action Research for Change. Arlington Height: Skylight Professional Development.

PTK bertujuan untuk memperbaiki kinerja guru sehingga kualitas pembelajaran menjadi lebih meningkat.

Guru perlu melakukan penelitian tindakan kelas karena beberapa alasan berikut ini (Wardani, dkk, 2005):
  1. Guru mempunyai otonomi untuk menilai sendiri kinerjanya.
  2. Temuan berbagai penelitian pembelajaran yang dilakukan oleh para peneliti sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran.
  3. Guru adalah orang yang paling akrab dan paling mengetahui kelasnya.
  4. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik.
  5. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.

Wardani, IG.A.K. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.



Dengan melakukan PTK, guru memperoleh banyak manfaat. Menurut Wardani, dkk, (2005) manfaat PTK bagi guru antara lain:
  1. membantu guru memperbaiki pembelajaran,
  2. membantu guru berkembang secara profesional,
  3. meningkatkan rasa percaya diri guru, serta
  4. memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
Wardani, IG.A.K., Julaeha, S., & Marsinah, N. 2005. Buku Materi Pokok: Pemantapan Kemampuan Profesional (Panduan). Jakarta: Universitas Terbuka.
 
Keterbatasan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah:
  1. kesahihan atau validitasnya yang masih sering disangsikan,
  2. tidak dapat melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas, serta
  3. peran guru yang sekaligus bertindak sebagai pengajar dan peneliti sering membuat guru menjadi sangat repot.

Wardani, IG.A.K., Julaeha, S., & Marsinah, N. 2013. Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Wednesday, February 12, 2014

Teknik Analisis Data Reduksi Penyajian Kesimpulan Data PTK

Teknik Analisi Data dalam PTK merupakan hal yang sangat penting hubungannya dengan keabsahan dan kevalidan data penelitian, berikut ini contoh Teknik Analisis Data Reduksi Penyajian Kesimpulan Data PTK:


Contoh Pertama:
 

Teknik Analisis Data
Data yang dianalisis meliputi data kuantitatif (dengan menampilkan angka-angka sebagai ukuran prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan angka sebagai perbandingan).

Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah diadakan tindakan perbaikan pembelajaran.

Tahapan dalam tindakan menganalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

1.         Reduksi Data

Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang dapat memberi informasi faktual.

2.         Penyajian data

Penyajian data dilakukan dalam bentuk sekumpulan informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.

3.         Penarikan kesimpulan

Kegiatan penarikan kesimpulan merupakan kegiatan tahap akhir dari proses analisis data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam dua tahap sebelumnya.

Contoh Kedua:

Teknik Analisis Data

1.      Data

Data kuantitatif yaitu data tentang hasil evaluasi siswa dari pra siklus, siklus I, dan siklus II. Data berupa nilai tes formatif sebagai bahan analisis untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Data kualitatif diperoleh dari lembar pengamatan keaktifan siswa selama proses perbaikan pembelajaran. Data berupa tingkat keaktifan kelas dan siswa dalam melaksanakan diskusi kelompok.

2.      Sumber Data

Data penelitian diperoleh dari siswa, guru sebagai peneliti, dan supervisor 2 sebagai pengamat dan pembimbing.

Data yang diperoleh dari siswa berupa nilai hasil evaluasi dan lembar pengamatan aktivitas siswa.

Data yang diperoleh dari guru adalah hasil pengamatan awal pada kegiatan pra siklus dan berupa komponen observasi pada lembar pengamatan kinerja guru.

Tindakan peneliti diamati oleh supervisor 2, sehingga sumber data yang diperoleh, berupa komponen pada lembar observasi. Hasil observasi supervisor 2 sebagai bahan penelitian dan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa.

3.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data penelitian berupa teknik dokumentasi, observasi, dan tes.

Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang nama siswa, hasil belajar, dan gambaran tindakan setiap siklus.

Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Teknik observasi yang digunakan adalah observasi sistematis, yaitu menggunakan instrumen pengamatan. Instrumen pengamatan berupa daftar pengamatan yang berisi item-item kejadian atau tindakan yang dilakukan dalam penelitian. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan pembelajaran.

Teknik tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa, setelah dilaksanakan evaluasi.

4.      Analisis Data

Data yang dianalisis meliputi data kuantitatif (dengan menampilkan angka-angka sebagai ukuran prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan angka sebagai perbandingan). Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah diadakan tindakan perbaikan pembelajaran.

Tahapan tindakan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang dapat memberi informasi factual.

Penyajian data dilakukan dalam bentuk sekumpulan informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.

Kegiatan penarikan kesimpulan merupakan kegiatan tahap akhir dari proses analisis data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam dua tahap sebelumnya.

Demikian Teknik Analisis Data Reduksi Penyajian Kesimpulan Data PTK, semoga bermanfaat.

Wednesday, November 6, 2013

Contoh PTK Bahasa Inggris BAB I Metode Kerja Kelompok

Meskipun pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal, namun tidak ada salahnya kalau dilakukan PTK untuk memperbaiki hasil belajar siswa yang rendah.

Berikut ini Contoh PTK Bahasa Inggris BAB I Metode Kerja Kelompok dengan judul Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris melalui Penggunaan Metode Kerja Kelompok pada Siswa Kelas IV SD

BAB I
PENDAHULUAN



Saturday, November 2, 2013

Contoh PTK Jurnal Pembimbingan Supervisor 2

Keberhasilan PTK penelitian tindakan kelas tidak lepas dari peranan supervisor 2 atau yang lebih dikenal dari dulu dengan sebutan teman sejawat.

Peranan supervisor 2 dalam PTK adalah sebagai pembimbing dan pengamat perbaikan pembelajaran di kelas. Supervisor 2 adalah Kepala Sekolah atau pengawas SD atau guru senior diutamakan yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Supervisor 2 bertugas untuk membimbing mahasiswa melakukan praktek perbaikan pembelajaran.


Peran Supervisor 2 dalam PTK adalah:
  1. mendiskusikan dan memberi masukan terhadap hasil refleksi pembelajaran dan RPP mahasiswa dengan menggunakan APKG 1.
  2. Mengamati dan memberi masukan untuk pelaksanaan praktek perbaikan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa dengan menggunakan APKG 2
  3.  mendiskusikan dan memberi masukan terhadap pelaksanaan praktek perbaikan pembelajaran berdasarkan hasil pengamatan dengan menggunakan lembar observasi pengamatan kinerja guru.
  4. bersama mahasiswa menuliskan semua hasil pembimbingan ke dalam jurnal pembimbingan supervisor 2 PKP.
Berikut ini contoh Jurnal Pembimbingan Supervisor 2 PKP:

Friday, November 1, 2013

Contoh Lembar Observasi Pengamatan Kinerja Guru



Dalam kegiatan PTK penelitian tindakan kelas, seorang guru diamati atau diobservasi oleh supervisor 2 atau teman sejawat untuk mendapatkan data tentang kinerja guru ketika melakukan pembelajaran ataupun perbaikan pembelajaran di kelasnya.

Dalam laporan PTK terbaru 2013, Lembar Observasi Pengamatan Kinerja Guru berada dalam lampiran 4. Berikut ini Contoh Lembar Observasi Pengamatan Kinerja Guru dalam PTK


Friday, October 25, 2013

Contoh Karil Karya Ilmiah IPA Terbaru

Karya Ilmiah yang sering disebut dengan karil adalah ringkasan laporan PTK Penelitian Tindakan Kelas sebagai syarat tugas akhir perkuliahan untuk meraih titel Sarjana Pendidikan S1.

Berikut ini contoh Contoh Karil Karya Ilmiah IPA Terbaru 2013:


UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN
HASIL BELAJAR IPA TENTANG PENGARUH ENERGI
MELALUI METODE INKUIRI DI SD
Oleh: Peneliti
e-mail: peneliti@gmail.com

Wednesday, October 23, 2013

Contoh Indikator Kinerja Kriteria Keberhasilan PTK



PTK adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi guru di kelasnya. Untuk mengukur keberhasilan PTK, diperlukan Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan PTK.

Dalam sistematika laporan PTK terbaru 2013, Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan terletak pada BAB II Kajian Pustaka.

Berikut ini contoh  Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan PTK

Tuesday, October 22, 2013

Contoh Kegiatan Refleksi dalam Alur PTK


Di dalam PTK atau Penelitian Tindakan Kelas, ada 4 kegiatan yang penting yang harus dilaksanakan sesuai dengan urutan-urutannya, yaitu:
  1. Perencanaan (planning)
  2. Pelaksanaan/tindakan (Acting)
  3. Pengamatan (observing)
  4. Refleksi (reflecting)
Ke-4 langkah tersebut harus dilaksanakan sesuai urutannya. Berikut ini kami sampaikan kegiatan yang ke-4, yaitu Refleksi:

Contoh Kegiatan Pengamatan dalam Alur PTK


Dalam penelitian tindakan kelas PTK terdapat 4 kegiatan penting yang harus dilakukan sesuai urutannya, yaitu:
  1. Perencanaan (planning)
  2. Pelaksanaan/tindakan (Acting)
  3. Pengamatan (observing)
  4. Refleksi (reflecting)

Ke-4 langkah tersebut harus dilaksanakan sesuai urutannya. Berikut ini kami sampaikan kegiatan yang ke-3, yaitu pengamatan (observing):

Contoh Kegiatan Pengamatan dalam Alur PTK pada siklus I

Friday, October 4, 2013

Contoh BAB II PTK Matematika Kelas III 3 tiga topik uang


Setelah pada postingan sebelumnya disampaikan contoh BAB I, berikut ini contoh  BAB II PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang dengan judul Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar terhadap topik uang melalui penggunaan metode yang bervariasi. Ini adala hanya sebagai contoh referensi saja dalam pembuatan PTK Matematika Kelas II SD, dalam pembuatan laporan tugas akhir mata kuliah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Contoh BAB I PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang



Berikut ini contoh  BAB I PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang dengan judul Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar terhadap topik uang melalui penggunaan metode yang bervariasi. Ini adala hanya sebagai contoh referensi saja dalam pembuatan PTK Matematika Kelas II SD, dalam pembuatan laporan tugas akhir mata kuliah.
 
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Contoh Abstrak PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang



Berikut ini Contoh Abstrak PTK Matematika Kelas III 3 tiga Topik Uang dengan judul "Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SD pada Topik Uang dengan Pemberian Contoh Uang Kertas dan Logam dan Metode yang Bervariasi"

ABSTRAK

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III SD pada Topik Uang dengan Pemberian Contoh Uang Kertas dan Logam dan Metode yang Bervariasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Program Studi S1 PGSD. FKIP.

Saturday, September 21, 2013

Contoh Kajian Pustaka dalam PTK IPA

Contoh Kajian Pustaka dalam PTK IPA - Kajian Pustaka dalam suatu penelitian adalah sesuatu yang sangat penting, karena keabsahan penelitian sangat tergantung pada kajian pustakanya. Banyak mahasiswa atau guru yang bingung dalam memilih pustaka sebagai acuan untuk penelitiannya.

Berikut ini Contoh Kajian Pustaka dalam PTK IPA dan daftar pustakanya, mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca yang budiman. Artikel ini sebagai referensi saja.

Friday, April 27, 2012

PTK IPA KELAS IV BAB II

Berikut ini contoh PTK IPA Kelas IV BAB II Kajian Pustaka

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.                            Kajian Teori
1.      Pengertian Hasil Belajar IPA
Sebagai landasan dalam merencanakan dan melaksanakan PTK ini, akan diuraikan secara berturut-turut pengertian hasil belajar IPA.
a.    Hakikat Pendidikan IPA
Secara sederhana IPA didefinisikan sebagai ilmu tentang fenomena alam semesta. Dalam kurikulum 2004 sains (IPA) diartikan sebagai cara mencari tahu secara sistematis tentang alam semesta. Menurut Herlen dalam Dahar R.W (1992:3) seperti yang diucapkan Einstein: “Science is the attempt to make the chaotic diversity of our sense experience correspond to a logically uniform system of thought”, mempertegas bahwa IPA merupakan suatu bentuk upaya yang membuat berbagai pengalaman  menjadi satu sistem pola berpikir logis tertentu, yang dikenal dengan pola berpikir ilmiah.

PTK IPA KELAS IV BAB I

Berikut ini contoh PTK IPA Kelas IV BAB I Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang Masalah
      Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga merupakan kegiatan guru untuk membimbing atau memfasilitasi siswa untuk menemukan pengetahuan dan pengalaman belajar.
      Menurut Robert J. Havighurt dalam Mikarsa (1995:7) anak usia SD memiliki karakteristik senang bermain, senang bergerak, senang belajar atau bekerja dalam kelompok dan senang melakukan atau melaksanakan serta memperagakan sesuatu secara langsung. Karakteristik membawa implikasi bahwa guru harus mampu merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan, anak berpindah atau bergerak, anak bekerja dalam kelompok, dan anak terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi. Hal ini senada dengan pendapat yang disampaikan oleh Ningrum (2003:41) “mengajar adalah membina siswa bagaimana belajar, bagaimana berfikir, dan bagaimana mencari informasi.