Meskipun pelajaran Bahasa Inggris sebagai muatan lokal, namun tidak ada salahnya kalau dilakukan PTK untuk memperbaiki hasil belajar siswa yang rendah.
Berikut ini Contoh PTK Bahasa Inggris BAB I Metode Kerja Kelompok dengan judul Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris melalui Penggunaan Metode
Kerja Kelompok pada Siswa Kelas IV SD
BAB I
PENDAHULUAN
Home » Posts filed under Kelas IV
Showing posts with label Kelas IV. Show all posts
Showing posts with label Kelas IV. Show all posts
Wednesday, November 6, 2013
Thursday, September 12, 2013
Proposal PTK SD Penjas Lompat Tinggi SD Kelas IV
Proposal PTK SD
Penjas Lompat Tinggi SD Kelas IV - UPAYA
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BERUPA KEBERANIAN, KESENANGAN DAN PERCAYA DIRI
SISWA PADA PEMBELAJARN LOMPAT TINGGI MELALUI
PENGGUNAAN MEDIA KARET PADA SISWA KELAS IV
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Keberanian, kesenangan, dan rasa percaya diri adalah
salah satu syarat untuk keberhasilan pembelajaran. Dalam pembelajaran lompat
tinggi, agar hasilnya optimal, guru perlu meningkatkan keberanian, kesenangan,
dan rasa percaya diri siswa. Namun kenyataannya tidak semua murid memiliki
keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam melakukan gerak dalam cabang
olahraga lompat tinggi, seperti yang terjadi pada pembelajaran lompat tinggi di
kelas IV SD. Dalam pre tes hasil belajar siswa menunjukkan bahwa 70%
siswa belum mencapai tingkat ketuntasan yang diharapkan. Hal ini menunjukkan
bahwa dalam pembelajaran lompat tinggi mengalami masalah yang harus dicari
solusinya.
Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu diadakan
perbaikan pembelajaran dengan menerapkan penggunaan media karet untuk
menumbuhkan keberanian, kesenangan, dan percaya diri dalam pembelajaran lompat
tinggi siswa. Diharapkan dengan penggunaan media karet, siswa akan lebih
konsentrasi pada lompatan dibandingkan dengan menggunakan media standar pada
lompat tinggi, sehingga akan terhindar dari rasa takut, timbul kesenangan dan
rasa percaya diri yang menuju pada perubahan dan perbaikan sesuai yang
diharapkan.
Friday, April 27, 2012
PTK IPA KELAS IV BAB III
Berikut ini contoh PTK IPA Kelas IV BAB III
BAB
III
METODE
PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Penelitian ini
dilaksanakan di SD ......................, Kecamatan ............................,
Kabupaten ............................. SD yang beralamatkan di RT. 03 RW. 03, ............................,
............................ ini merupakan SD yang cukup diminati oleh masyarakat.
Hal ini terbukti dengan adanya pendaftar yang cukup banyak setiap tahunnya,
sehingga jumlah siswa setiap kelasnya mencapai 50 anak. Penelitian ini
dilaksanakan pada semester dua, menurut kalender pendidikan sekolah dasar,
khususnya SD ....................... Penelitian ini dilaksanakan pada
pertengahan bulan Februari 2011 hingga akhir bulan Mei 2011, dengan tabel
jadwal penelitian sebagai berikut:
PTK IPA KELAS IV BAB II
Berikut ini contoh PTK IPA Kelas IV BAB II Kajian Pustaka
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian
Teori
1.
Pengertian Hasil Belajar IPA
Sebagai landasan dalam merencanakan dan
melaksanakan PTK ini, akan diuraikan secara berturut-turut pengertian hasil
belajar IPA.
a.
Hakikat Pendidikan IPA
Secara sederhana IPA didefinisikan
sebagai ilmu tentang fenomena alam semesta. Dalam kurikulum 2004 sains (IPA)
diartikan sebagai cara mencari tahu secara sistematis tentang alam semesta.
Menurut Herlen dalam Dahar R.W (1992:3) seperti yang diucapkan Einstein: “Science
is the attempt to make the chaotic diversity of our sense experience correspond
to a logically uniform system of thought”, mempertegas bahwa IPA merupakan
suatu bentuk upaya yang membuat berbagai pengalaman menjadi satu sistem pola berpikir logis
tertentu, yang dikenal dengan pola berpikir ilmiah.
PTK IPA KELAS IV BAB I
Berikut ini contoh PTK IPA Kelas IV BAB I Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu
pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga merupakan kegiatan guru untuk
membimbing atau memfasilitasi siswa untuk menemukan pengetahuan dan pengalaman
belajar.
Menurut
Robert J. Havighurt dalam Mikarsa (1995:7) anak usia SD memiliki karakteristik
senang bermain, senang bergerak, senang belajar atau bekerja dalam kelompok dan
senang melakukan atau melaksanakan serta memperagakan sesuatu secara langsung. Karakteristik
membawa implikasi bahwa guru harus mampu merancang model pembelajaran yang
memungkinkan adanya unsur permainan, anak berpindah atau bergerak, anak bekerja
dalam kelompok, dan anak terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan
informasi. Hal ini senada dengan pendapat yang disampaikan oleh Ningrum
(2003:41) “mengajar adalah membina siswa bagaimana belajar, bagaimana berfikir,
dan bagaimana mencari informasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)