Home » , , » PTK BAHASA INDONESIA KELAS I BAB III

PTK BAHASA INDONESIA KELAS I BAB III

Written By Bapak Rinoto on Thursday, March 29, 2012 | 7:38 PM

Berikut ini contoh PTK BAHASA INDONESIA KELAS I BAB III dengan judul Penggunaan metode SAS untuk peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa Kelas I

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Setting Penelitian
Penelitian ini dimulai dari bulan Januari 2011 dan selesai penyusunan laporannya bulan Juni 2011. Adapun kegiatan pengumpulan data dan penelitian setiap siklusnya adalah sebagai berikut:
1.      Siklus pertama Senin, 7 dan 14 Maret 2011
2.      Siklus kedua Senin 21 dan 28 Maret 2011
3.      Siklus ketiga Senin 4 dan 11 April 2011
            Tabel 3.1
Jadwal kegiatan Penelitian Mapel Bahasa Indonesia
No
Jenis Kegiatan
Waktu Pelaksanaan
Jan
Feb
Mar
April
Mei
Juni
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Persiapan























2
Penyusunan Proposal























3
Penyusunan Instrumen























4
Pengamatan Awal























5
Pelaksanaan Siklus I






















6
Pelaksanaan Siklus II






















7
Pelaksanaan Siklus III






















8
Analisis hasil per siklus




















9
Penyusunan Laporan




















































B.     Subjek Penelitian
1.         Lokasi
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar …………., UPT Dinas DIKPORA Unit Kecamatan ………. Kabupaten ……….. yang berlokasi di RT 01 RW 01, Desa ……….
Jarak dari Kecamatan ………… ± 4 km, dari kota ………… ± 23 km. Secara geografis Sekolah Dasar Negeri …………. terletak di antara pemukiman penduduk, di pinggir jalan desa.
Penduduk Desa 90% bermata pencaharian sebagai petani. Jumlah siswa Sekolah Dasar ……………. pada Tahun Pelajaran ... sebanyak 124 siswa. Denah SD …………….. dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Denah Lokasi SD
2.      Mata Pelajaran
Mata pelajaran yang menjadi bahan penelitian adalah Bahasa Indonesia, yaitu mengenai kemampuan membaca dan menulis materi semester II dengan spesifikasi sebagai berikut:
a.       Standar Kompetensi
·         Membaca
Memahami teks pendek dengan membaca lancar dan membaca puisi anak.
·         Menulis
Menulis permulaan dengan huruf tegak bersambung melalui kegiatan dikte dan menyalin.
b.      Kompetensi Dasar
·         Membaca
Membaca lancar beberapa kalimat sederhana yang terdiri atas 3-5 kata dengan intonasi yang tepat
·         Menulis
Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan huruf tegak bersambung
c.       Indikator
·         Membaca lancar teks non sastra dengan lafal dan intonasi yang tepat
·         Menulis kalimat secara benar dan tepat mengikuti apa yang didiktekan guru
3.      Kelas
Subjek penelitian adalah tempat peneliti memperoleh keterangan atau data penelitian. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas I Sekolah Dasar …………….. yang berjumlah 13 anak. Kelas tersebut diambil sebagai subjek penelitian karena rata-rata hasil belajar mereka belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Siswa pada umumnya sulit memahami materi, kurang bersungguh-sungguh, sehingga berimbas pada hasil belajar yang rendah.
4.      Karakteristik siswa
Salah satu karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas, sehingga fokus penelitian adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi. Karena siswa terlibat dalam penelitian, karakteristik siswa harus dipahami agar PTK berjalan lancar PTK dilaksanakan di kelas I SD …………….. dengan jumlah siswa 13, terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Usia mereka rata-rata 7 tahun. Latar belakang kehidupan mereka mayoritas keluarga petani yaitu, 10 siswa dan 3 siswa dari keluarga pedagang. Keadaan fisik siswa umumnya baik. Jarak dari rumah ke sekolah kurang dari 1 km. Mayoritas siswa ke sekolah bersepeda, dan ada 2 siswa yang berjalan kaki. Prestasi akademik siswa pada semester satu tahun pelajaran ... cukup baik.

C.    Data dan Sumber Data
Data yang dikumpulkan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa keterlibatan siswa dalam kelompok selama proses pembelajaran, sedangkan data kuantitatif adalah data yang berupa nilai pada studi awal, siklus I, II, dan III.
Sumber data penelitian ini berasal dari narasumber dan dokumen sekolah. Narasumber penelitian ini adalah siswa dan guru. Dokumen yang menjadi sumber data berupa kurikulum KTSP, Silabus, buku-buku pelajaran, dan administrasi kelas.

D.    Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan tes.
1.      Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah cara mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, skrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, leger, agenda, dan sebagainya (Arikunto, 2003: 188).
Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang nama identitas siswa, hasil belajar Bahasa Indonesia pada semester II Tahun Pelajaran ... serta gambaran pelaksanaan tindakan pada setiap siklus.
2.      Observasi
Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran. Teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi sistematis, yaitu menggunakan instrumen pengamatan.
Instrumen pengamatan berupa daftar pengamatan yang berisi item-item kejadian atau tindakan yang dilakukan dalam penelitian. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
3.      Tes
Teknik tes dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar bahasa Indonesia, setelah dilaksanakan tindakan. Instrumen tes disusun dan diujicobakan pada siswa diluar objek penelitian, dan dianalisis untuk mengetahui validitas, derajat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas, sehingga instrumen soal yang digunakan untuk evaluasi diakhir siklus adalah hanya butir soal yang baik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan.
Soal tes diujicobakan di luar sampel penelitian dengan maksud untuk tetap menjaga agar hasil ujicoba benar-benar valid, sehingga ketika digunakan pada saat tes setelah pelaksanaan tindakan dihasilkan data yang benar-benar sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran, karena apabila ujicoba dilaksanakan pada subjek penelilian, dikhawatirkan mempengaruhi hasil penelitian.
Dalam pengumpulan data tersebut, peneliti dibantu oleh teman sejawat dengan identitas dan tugas sebagai berikut:
Nama            :    ……………..
NIP               :    ……………
Jabatan         :    Guru Kelas …
Unit Kerja    :    SD ……………
Tugas            :    -    Mengobservasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran mulai siklus I sampai dengan selesai.
-       Memberikan masukan tentang kekuatan dan kelemahan yang terjadi selama proses pembelajaran.
-       Ikut serta merencanakan perbaikan pembelajaran.

E.     Validitas Data
Data yang sudah terkumpul merupakan modal awal yang sangat berharga dalam penelitian ini, dari data yang terkumpul akan dilakukan analisis yang selanjutnya dipakai sebagai bahan masukan untuk penarikan kesimpulan. Melihat begitu besarnya posisi data, maka keabsahan data yang terkumpul menjadi sangat vital.
Keabsahan data itu dikenal sebagai validitas data, sebagaimana dijelaskan Alwasilah (2008:170) bahwa tantangan bagi segala jenis penelitian pada akhirnya adalah terwujudnya produksi ilmu pengetahuan yang valid, sahih, benar, dan beretika.
1.    Triangulasi
Triangulasi adalah pendekatan analisa data yang memadukan berbagai data sehingga merupakan kesatuan yang selaras dari berbagai sumber.
Menurut Institute Global Tech yang tersedia secara online pada http://www.igh.org/triangulation/ diunduh pada tanggal bulan tahun, Pukul 00.52 WIB, menjelaskan bahwa Triangulasi mencari dengan cepat pengujian data yang sudah ada dalam memperkuat tafsir dan meningkatkan kebijakan serta program yang berbasis pada bukti yang telah tersedia.
Dengan cara menguji informasi dengan mengumpulkan data melalui metode berbeda, oleh kelompok berbeda, dan dalam populasi berbeda, penemuan mungkin memperlihatkan bukti penetapan lintas data, mengurangi dampaknya dari penyimpangan potensial yang bisa terjadi dalam satu penelitian tunggal.
Penelitian ini menggunakan triangulasi sebagai Teknik mengecek keabsahan data, di mana dalam pengertiannya triangulasi adalah Teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang laindalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moloeng, 2004:330).
Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda (Nasution, 2003:115) yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data. Menurut Nasution, selain itu triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif.
Data yang diperoleh dari hasil tes awal adalah bahwa siswa kelas I SD … yang berjumlah 13 anak, masih banyak ditemukan siswa-siswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, yaitu 38% (5 siswa) yang bisa membaca, 46% (6 siswa) yang bisa menulis, dan 31 % (4 siswa) yang telah bisa membaca dan menulis.
Data tersebut di atas jika dibandingkan dengan data hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer tidak jauh berbeda, yaitu 5 siswa (38%) yang bisa membaca, 5 siswa (38%) yang bisa menulis, dan 4 siswa (31%) yang bisa membaca dan menulis.
Data tentang keaktifan siswa yang diperoleh dari lembar pengamatan kerja kelompok oleh guru jika dibandingkan dengan hasil pengamatan observer menunjukkan prosentase yang sama, yaitu 40%. Data yang terkumpul dari guru dan observer akan dilakukan analisis yang selanjutnya dipakai sebagai bahan masukan untuk penarikan kesimpulan.
2.    Review Informasi
Data atau Informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan observer berupa informasi tentang kemampuan membaca, menulis, dan keaktifan siswa. Informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap kemampuan membaca dan menulis adalah bahwa terdapat 5 siswa (38%) yang bisa membaca, 5 siswa (38%) yang bisa menulis, dan 4 siswa (31%) yang bisa membaca dan menulis.
Informasi tentang keaktifan siswa yang diperoleh dari hasil pengamatan observer yaitu 38% (5 siswa) yang aktif Mengikuti proses pembelajaran.
3.    Kunci
Kata kunci: metode SAS kemampuan membaca, kemampuan menulis, keaktifan siswa.

F.     Teknik Analisis Data
Data yang dianalisis meliputi data kuantitatif (dengan menampilkan angka-angka sebagai ukuran prestasi), dan data kualitatif (dengan menampilkan angka sebagai perbandingan). Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah diadakan tindakan perbaikan pembelajaran. Tahapan dalam tindakan menganalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
1.         Reduksi Data
Reduksi data dilakukan dalam rangka pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah seleksi data dan pembuangan data yang tidak relevan. Data-data yang relevan dengan penelitian akan diorganisasikan sehingga terbentuk sekumpulan data yang dapat memberi informasi faktual.
2.         Penyajian data
Penyajian data dilakukan dalam bentuk sekumpulan informasi, baik berupa tabel, bagan, maupun deskriptif naratif, sehingga data yang tersaji relatif jelas dan informatif. Tindakan lanjutan, penyajian data digunakan dalam kerangka menarik kesimpulan dari akhir sebuah tindakan.
3.         Penarikan kesimpulan
Kegiatan penarikan kesimpulan merupakan kegiatan tahap akhir dari proses analisis data. Penarikan kesimpulan disusun dengan mempertimbangkan secara evaluatif berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ditempuh dalam dua tahap sebelumnya.

G.    Indikator Kinerja
Indikator kinerja yang digunakan sebagai acuan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah:
1.         Indikator peningkatan keaktifan membaca dan menulis.
No
Pertanyaan
Jawaban
Ya
Tidak
1



2



3


4
Apakah penggunaan metode SAS dapat mempermudah siswa dalam membaca dan menulis?

Apakah penggunaan metode SAS dapat meningkatkan siswa dalam menjawab pertanyaan guru?

Apakah penggunaan metode SAS dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam bertanya?

Apakah penggunaan metode SAS dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas?



Jika 75% siswa menjawab ya, berarti penggunaan metode SAS telam berhasil.

2.         Indikator peningkatan hasil belajar siswa.
Peningkatan hasil belajar siswa adalah peningkatan hasil belajar secara individual maupun klasikal.
Peningkatan hasil belajar secara individual diukur dengan hasil nilai yang diperoleh, yaitu lebih besar atau sama dengan KKM yang telah ditentukan, yaitu 60.
Peningkatan hasil belajar secara klasikal diukur dengan tingkat ketuntasan belajar siswa, yaitu 75%.

3.         Indikator peningkatan motivasi belajar siswa.
Peningkatan motivasi belajar siswa setelah menggunakan metode SAS diukur dengan jumlah siswa yang termotivasi mencapai 75%.

H.    Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan melalui 3 prosedur, yaitu prosedur penelitian tindakan kelas, prosedur umum pembelajaran, dan prosedur perbaikan pembelajaran.
Pembedaan dan pencantuman prosedur yang cukup rinci ini ditempuh agar arah kegiatan yang dilakukan benar-benar terencana, terorganisir, dan berlangsung secara sistematis.

1.         Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Tindakan perbaikan pembelajaran dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang tiap daur terdiri dari 4 (empat) tahap, yakni merencanakan (planning), melakukan tindakan (acting), mengamati (observing) dan refleksi (reflecting) (Ristasa, 2006:45). Hasil refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan, peneliti gunakan untuk acuan dalam merancang tindakan perbaikan siklus berikutnya.
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas menurut IGAK Wardhani, dkk. (2007:2.3), bahwa penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap, yaitu:
a.       Merencanakan  (planning),
b.      Melakukan tindakan (acting),
c.       Mengamati (observing),
d.      Melakukan refleksi (reflecting)
Dari beberapa pendapat di atas maka peneliti diwajibkan untuk memenuhi beberapa tahapan yang berlaku, sehingga peneliti tidak semaunya sendiri untuk membuat perencanaan, pelaksanaan, pengamatan sendiri.
Hasil refleksi yang dilakukan peneliti dijadikan pedoman melakukan revisi rencana perbaikan selanjutnya, jika tindakan yang dilakukan belum berhasil. Model tahapan penelitian tindakan kelas dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.3 Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas
Adapun kegiatan peneliti mulai dari ide awal melaksanakan tindakan perbaikan sampai dengan menarik kesimpulan akhir, dapat digambarkan dalam bentuk skema sebagai berikut:
IDE AWAL
Studi Pendahuluan
1.      Wawancara dengan siswa.
2.      Tes diasnotik.
3.      Analisis dokumen
Berhasil
Persiapan Penelitian
1.      Penyamaan konsep, metode, contoh, dan latihan antara peneliti dan pengamat.
2.      Penyusunan lembar pengamatan.
3.      Penyusunan format wawancara.
4.      Penyusunan format tes
Tindakan Siklus I
1.      Perencanaan perbaikan.
2.      Pelaksanaan perbaikan.
3.      Observasi.
4.      Diskusi dengan teman sejawat.
Simpulan
Belum
Revisi
Tindakan Siklus II
6.      Perencanaan perbaikan.
7.      Pelaksanaan perbaikan.
8.      Observasi.
9.      Diskusi dengan teman sejawat.
10.  Refleksi siklus II
Berhasil
Simpulan
Tindakan Siklus ke n
1.      Perencanaan perbaikan.
2.      Pelaksanaan perbaikan.
3.      Observasi.
4.      Diskusi dengan teman sejawat.
5.      Refleksi siklus ke n

Gambar 3.4  Skema Daur Penelitian Tindakan Kelas
2.         Prosedur Umum Pembelajaran
Menurut Gagne dan Briggs (dalam Situmorang dalam Ristana, 2006: 47) prosedur umum pembelajaran ada 9 (sembilan) urutan kegiatan, yaitu:
a.         Memberikan motivasi atau menarik perhatian.
b.        Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik.
c.         Mengingatkan kompetensi prasyarat.
d.        Memberikan stimulus (masalah, konsep, topik).
e.         Memberikan petunjuk cara belajar.
f.         Menimbulkan penampilan peserta didik.
g.        Memberi umpan balik.
h.        Menilai penampilan.
i.          Menyimpulkan.
3.         Prosedur Perbaikan Pembelajaran
a.         Prosedur Umum Perbaikan Pembelajaran
Yang dimaksud prosedur umum perbaikan pembelajaran yaitu tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan aktivitas pembelajaran secara umum. Adapun prosedur umum perbaikan pembelajaran yang peneliti tempuh adalah sebagai berikut:
1)        Mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, serta merumuskan hipotesis tindakan.
2)        Menentukan cara pemecahan masalah dan tindakan perbaikan.
3)        Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana Perbaikan Pelaksanaan Pembelajaran (RPPP).
4)        Mendiskusikan dan menentukan aspek-aspek yang akan diamati selama tindakan perbaikan pembelajaran berlangsung dengan teman sejawat.
5)        Melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran sesuai dengan skenario.
6)        Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat dan menganalisis nilai tes hasil pembelajaran.
7)        Melakukan refleksi terhadap tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan.
8)        Konsultasi dengan supervisor.
9)        Merancang tindak lanjut.
b.        Prosedur Khusus  Perbaikan Pembelajaran
1)        Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti menyusun rencana tindakan yang didasarkan pada studi pendahuluan yang telah dilakukan. Tahap perencanaan ini berisi tindakan apa yang akan dilakukan, apa saja mater dan media yang digunakan, siap yang melaksanakan, kapan waktu pelaksanaannya dan bagaimana melaksanakannya.
2)        Tahap Pelaksanaan Tindakan
Dalam tahap pelaksanaan tindakan peneliti menggunakan tahap-tahap sebagai berikut:
a)         Siklus/Tindakan I
Pemberian tes awal, berupa tugas untuk menuliskan kalimat yang didiktekan guru, kemudian siswa membaca sendiri-sendiri kalimat yang sudah ditulis, tanpa menggunakan media.
b)        Siklus/Tindakan II
(1)     Perbaikan tindakan yang dilaksanakan berdasarkan masalah yang muncul pada siklus/tindakan I.
(2)     Guru menyiapkan media berupa kartu kalimat, kartu kata dan gambar untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis dan membaca serta member kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum jelas.
c)         Siklus/Tindakan III
(1)     Perbaikan tindakan yang dilaksanakan berdasarkan masalah yang muncul pada siklus/tindakan II.
(2)     Guru menyiapkan media berupa kartu kalimat, kartu kata dan gambar untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis dan membaca serta member kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang belum jelas.
3)        Tahap Observasi
Kegiatan observasi dilaksanakan bersama dengan pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan terhadap isi tindakan, pelaksanaan tindakan, maupun akibat yang timbul dari tindakan tersebut.
Observer maupun pelaksana tindakan melaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan sebagai bahan untuk mengadakan refleksi untuk menyusun rencana tindakan berikutnya.
4)        Tahap Evaluasi-Refleksi
Peneliti mengadakan analisis, pemaknaan dan penyimpulan terhadap tindakan yang telah dilaksanakan pada tahap evaluasi-refleksi. Peneliti, guru kelas dan teman sejawat berdiskusi untuk memaknai data yang diperoleh dalam observasi terhadap tindakan yang telah dilakukan. Hasil refleksi kemudian kegunakan sebagai dasar pemikiran untuk menyusun rencana tindakan yang akan datang.
Tahap refleksi juga merupakan evaluasi tentang tindakan yang telah dilakukan untuk mengetahui keberhasilan atau pengaruh tindakan. pada tahap ini peneliti dapat membandingkan kondisi awal sebelum diadakan tindakan dan kondisi sesudah diberikan tindakan.

1 comments:

Bagi yang menginginkan contoh PTK lengkap bisa SMS ke 081328239660