Home » , , » BAB I PTK Kelas I Bahasa Indonesia

BAB I PTK Kelas I Bahasa Indonesia

Written By Bapak Rinoto on Thursday, March 29, 2012 | 11:15 AM

Contoh BAB I PTK Kelas I Bahasa Indonesia dengan judul Peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penggunaan metode SAS pada siswa kelas I SD.

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan investasi yang penting bagi setiap bangsa, apalagi bangsa yang sedang berkembang untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di era globalisasi seperti saat ini.

Disadari untuk mewujudkannya tidaklah mudah, diperlukan program pendidikan yang tepat. Peningkatan mutu pendidikan menjadi hal yang penting dikaitkan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jenjang pendidikan Sekolah Dasar merupakan tempat yang strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal. Di bangku Sekolah Dasar inilah dibentuk dasar keilmuan dari setiap insan peserta didik yang menentukan keberhasilan atau mutu pendidikan di jenjang berikutnya. Supartinah dalam sumantri (2009:99) menyatakan bahwa apabila pendidikan pada jenjang berikutnya akan menjadi mantap dan dapat mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Keberhasilan proses pendidikan tidak lepas dari penggunaan media pada saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu proses komunikasi. Proses komunikasi (penyampaian pesan) harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh setiap guru dan peserta didik.

Pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, ide, pengalaman, dan sebagainya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media pembalajaran.

Media pembelajaran dapat membantu proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisian pada setiap mata pelajaran misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia diperlukan media yang dapat mendukung kelancaran membaca dan menulis, karena pada umumnya penekanan pembelajaran pada kelas rendah lebih ditekankan pada aspek “Membaca, Menulis, dan Berhitung”.

Kemampuan membaca dan menulis secara lancar tidaklah diperoleh siswa secara kebetulan, tetapi karena seringnya mereka dilatih untuk membaca dan menulis.

Untuk meningkatkan kelancaran membaca dan menulis bagi siswa kelas rendah diperlukan media yang sesuai, dalam hal ini peran guru sangatlah penting untuk menentukan metode apa yang akan digunakan dan menarik bagi siswa, sehingga siswa lebih antusias dalam menerima pelajaran. Dengan demikian guru akan lebih mudah menemukan kesulitan atau hambatan yang dialami peserta didik, dalam hal ini khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang ditekankan pada kemampuan membaca dan menulis.

Penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) diharapkan dapat membantu siswa sekolah dasar khususnya kelas I dalam memahami kalimat menjadi kata, kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf. Dengan memahami huruf secara optimal siswa dapat merangkaikan huruf-huruf tersebut menjadi kata, dari kata-kata menjadi kalimat dan pada akhirnya akan memudahkan siswa dalam meningkatkan kelancaran membaca dan menulis yang akhirnya akan meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesi khususnya dan semua mata pelajaran pada umumnya.

Pada studi awal pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek membaca dan menulis yang dilakukan oleh peneliti, menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap aspek membaca dan menulis yang diajarkan. Siswa kelas I Sekolah Dasar yang berjumlah … anak, masih banyak ditemukan siswa-siswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, yaitu …% (… siswa) yang bisa membaca, …% (… siswa) yang bisa menulis, dan … % (… siswa) yang telah bisa membaca dan menulis.

Rendahnya kemampuan membaca dan menulis secara lancar yang dialami oleh siswa-siswa kelas I Sekolah Dasar disebabkan oleh ketidakpahaman siswa terhadap konsep huruf lepas yang hampir memiliki kesamaan bentuk, hal tersebut dilihat dari segi siswanya. Keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran juga masih rendah, yaitu dari … siswa, hanya … siswa (…%) yang aktif dalam mengikuti pembelajaran.

Penggunaan metode yang kurang bervariasi, media yang tidak mendukung dapat menghambat proses kegiatan pembelajaran, misalnya siswa membuat kalimat berdasarkan gambar, untuk memudahkan siswa dalam pembuatan kalimat tersebut maka media berupa gambar sangatlah diperlukan. Ketidakmampuan guru dalam menggunakan alat peraga pun dapat menjadi penghambat proses belajar mengajar.

Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan menggunakan metode pembelajaran Struktural Analitik Sintetik (SAS) untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I Sekolah Dasar.

Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dapat memudahkan pemahaman siswa dalam membaca dan menulis. Kelancaran dalam membaca dan menulis diharapkan dapat memudahkan pemahaman terhadap mata pelajaran yang lain, sehingga akan membantu meningkatkan prestasi belajar untuk semua mata pelajaran.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang terjadi di Kelas I Sekolah Dasar adalah sebagai berikut, yaitu “Apakah penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dalam pembelajaran aktif, dapat membantu siswa meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I Sekolah Dasar?

C.    Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.

Tujuan khusus penulisan laporan ini adalah untuk memperoleh informasi faktual tentang keefektifan penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dalam meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis pembelajaran Bahasa Indonesaia Kelas I Sekolah Dasar

D.    Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi peneliti khususnya dan bagi dunia pendidikan pada umumnya. Manfaat penelitian ini meliputi manfaat teoritis dan manfaat praktis.

1.      Manfaat TeoritisSecara teoretis, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang efektifitas penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) untuk meningkatkan kelancaran membaca dan menulis permulaan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I Sekolah Dasar.

2.      Manfaat PraktisManfaat praktis hasil penelitian ini, antara lain bagi siswa, guru, dan sekolah, yaitu:

a.       Bagi SiswaManfaat penelitian bagi siswa adalah:
1)        Meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis.
2)        Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan.
3)        Meningkatkan hasil belajar siswa.
4)        Meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa dalam pembelajaran.

b.      Bagi GuruManfaat penelitian bagi guru adalah:
1)        Memperbaiki kualitas pembelajaran yang dikelolanya.
2)        Sebagai sarana perbaikan kinerja guru untuk dapat mengembangkan penggunaan metode pembelajaran.
3)        Menambah dan mengembangkan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman bagi guru.
4)        Memberikan solusi kepada guru lain dalam memecahkan masalah pembelajaran.
5)        Meningkatkan profesionalisme guru.

c.       Bagi SekolahManfaat penelitian bagi sekolah adalah:
1)        Memberi masukan kepada penyelenggara dan Pengelola sekolah dalam upaya memperbaiki dan merumuskan program sekolah ke depan.
2)        Membantu sekolah untuk maju dan berkembang meningkatkan mutu pendidikan.
3)        Meningkatkan kualitas belajar secara umum.

0 comments:

Post a Comment

Bagi yang menginginkan contoh PTK lengkap bisa SMS ke 081328239660