Tuesday, September 24, 2013

Contoh Proposal PTK Bahasa Indonesia SD Kelas 5 Metode Role Playing

Berikut ini Contoh Proposal PTK Bahasa Indonesia SD Kelas 5 Metode Role Playing dengan judul Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia tentang Kemampuan Berbicara Melalui Penggunaan Metode Role Playing Bagi Siswa Kelas V SD. Silahkan artikel ini dapat digunakan oleh para pembaca yang membutuhkan referensi pembuatan proposal PTK maupun laporan PTK sebagai tugas perkuliahan atau tugas akhir atau juga untuk pengajuan kenaikan pangkat dan juga ujian PLPG bagi para pegawai negeri sipil (PNS) untuk mendapatkan tunjangan Profesi Guru, semoga bermanfaat.


PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(PTK)

  1. JUDUL
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia tentang Kemampuan Berbicara Melalui Penggunaan Metode Role Playing Bagi Siswa Kelas V SD.

  1. MATA PELAJARAN DAN BIDANG KAJIAN
Bahasa Indonesia, Pembelajaran

  1. PENDAHULUAN
Kemampuan berbicara merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dimiliki seseorang. Kemampuan berbicara secara formal memerlukan latihan dan bimbingan yang serius. Di kalangan pelajar, kemampuan berbicara masih rendah, hal ini terlihat dari cara mereka mengemukakan pendapat, bertanya, diskusi, ataupun berpidato, bahkan lebih parahnya lagi, masih ada yang tidak berani berbicara sama sekali.
Data yang diperoleh dari siswa kelas V SD tentang kemampuan berbicara mereka setelah diadakan tes awal adalah hanya 25% dari jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar. Hal tersebut membuktikan bahwa kemampuan berbicara kelas V SD sangat rendah. Dengan demikian perlu dilakukan suatu tindakan untuk meningkatkan hasil belajar tersebut.
Dari hasil identifikasi ditemukan beberapa faktor penyebab rendahnya kemampuan berbicara siswa, yaitu:
a.       Belum menggunakan metode pembelajaran secara maksimal.
b.      Pembelajaran mementingkan hasil sebagai produk dari pada proses.
c.       Siswa merasa bosan dan jenuh.
d.      Kurangnya penggunaan metode yang bervariasi.
Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, demokratis, kolaboratif, dan konstruktif, yaitu Role Playing. Setelah menggunakan model tersebut diharapkan kemampuan berbicara siswa meningkat.

  1. RUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
a.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah yang diperoleh adalah “Apakah metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia tentang mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain peran bagi siswa kelas V SD?”
b.      Pemecahan Masalah
Menggunakan metode Role Playing untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia.

  1. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia tentang mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain peran bagi siswa kelas V SD melalui metode Role Playing.

  1. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Manfaat yang diharapkan dari penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
a.       Manfaat Teoritis
Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan Bahasa Indonesia tentang metode Role Playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
b.      Manfaat Praktis
1)      Bagi Siswa
a)      Meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia tentang mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain peran.
b)      Meningkatkan minat belajar siswa.
2)      Bagi Guru
Memberikan kontribusi kepada guru dalam upaya meningkatkan kreatifitas dalam mengajar dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat.
3)      Bagi Sekolah
Menambah daftar Pustaka sekolah

  1. KAJIAN PUSTAKA
a.       Hakikat Kemampuan Berbicara
1)      Pengertian Kemampuan
Menurut Carin (2000: 1) kemampuan diartikan sebagai kecakapan, ketangkasan, bakat, kesanggupan, dan tenaga (daya kekuatan) untuk melakukan sesuatu perbuatan.
Kurikulum berbasis kompetensi dan implementasinya menjelaskan bahwa kompetensi (kemampuan) adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu). Kompetensi berarti pula kemampuan atau kemahiran, yaitu kemampuan untuk menjabarkan materi.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya kemampuan adalah merupakan suatu kecakapan atau kesanggupan yang diperlukan siswa untuk menunjukkan suatu tindakan atau aktifitas.
2)      Pengertian Berbicara
Berbicara adalah suatu kegiatan komunikasi dalam menuangkan gagasan atau ide kepada orang lain secara lisan dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut bisa dipahami oleh orang lain (Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1994: 24).
Pusat Pengembangan Bahasa berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi (bahasa) yang didengarnya itulah kemudian manusia belajar mengucapkan dan akhirnya mempu berbicara.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya berbicara itu tidak sekedar mengucapkan bunyi-bunyi bahasa atau kata-kata, tetapi pembicara harus dapat mengkomunikasikan gagasan, pikiran, dan perasaannya yang disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendengarnya.
b.      Metode Bermain Peran (Role Playing)
1)      Pengertian Metode
B. Suryosubroto (2002: 148), berpendapat bahwa metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Semakin tepat metode yang digunakan maka akan semakin efektif pencapaian Tujuannya.
Menurut I.G.A.K. Wardhani (2001: 4.6) menyatakan bahwa metode merupakan cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya metode merupakan suatu strategi di dalam mencapai suatu tujuan tertentu atau teknik penyajian dalam mencapai tujuan tertentu yang diharapkan. Dengan demikian metode mengajar merupakan suatu cara yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran untuk dapat mencapai tujuan sesuai yang diinginkan.

2)      Pengertian Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa dengan cara memerankan tokoh tertentu.
Menurut Hisyam dalam Bermawey & Sekar (2008: 98) Role Playing adalah suatu aktivitas pembelajaran terencana yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan yang spesifik.
Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa metode Role Playing adalah merupakan suatu metode untuk bermain peran yang dilakukan pada waktu kegiatan drama sederhana, dan peran yang diambil dari kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat memerankan tokoh tertentu.
c.       Belajar
Pengertian belajar menurut Dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Suharsimi Arikunto (1993:19) adalah suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap diri manusia yang melakukan, dengan maksud memperoleh perubahan dalam dirinya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, ataupun sikap.
Menurut Morgan (dalam Purwanto, 1997: 84) bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu (1993:13)
d.      Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Belajar merupakan suatu proses dari siswa yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap (Mulyono, 2007: 39).
Jhon M. Kella dalam Mulyono (2007: 391) memandang hasil belajar sebagai keluaran dari suatu sistem pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi.
Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Dalam kegiatan pembelajaran tujuan yang ingin dicapai ditentukan sebelumnya. Anak yang dikatakan berhasil adalah mereka yang dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. KERANGKA BERFIKIR PENELITIAN
Pada kondisi awal guru menggunakan metode ceramah dan penugasan sehingga hasil belajar siswa rendah. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain peran diperlukan adanya tindakan perbaikan yang dilakukan guru. Tindakan yang akan dilakukan oleh guru dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan metode Role Playing.
Pada siklus pertama guru menggunakan metode Role Playing untuk materi membaca naskah drama dengan lafal dan intonasi yang tepat.
Pada siklus kedua guru menggunakan metode Role Playing untuk materi memerankan tokoh-tokoh drama dengan lafal , intonasi, dan ekspresi yang tepat.
Dari siklus pertama dan siklus kedua diharapkan hasil belajar Bahasa Indonesia tentang kemampuan berbicara pada siswa kelas V SD.

  1. PROSEDUR PENELITIAN
a.       Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

b.      Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD.
c.       Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SD.
d.      Variabel Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu hasil belajar dan metode Role Playing.
e.       Rencana Penelitian
Tahapan penelitian ini direncanakan menjadi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
f.       Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah:
1)      Data Kualitatif
a)      Data tentang hasil belajar siswa dengan menggunakan tes.
b)      Data tentang penilaian kegiatan siswa dengan menggunakan lembar penilaian kegiatan di setiap kelompok.
2)      Data Kuantitatif
Data tentang kesungguhan belajar siswa yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi.
g.      Teknik Analisis Data
Teknik analisis data penelitian ini adalah data kuantitatif diolah dengan analisis deskriptif sedangkan data kualitatif diolah dalam bentuk paparan narasi yang menggambarkan kualitas pembelajaran.
  
  1. JADWAL PENELITIAN
No
Kegiatan
Minggu
1
2
3
4
5
6
1
Persiapan





2
Pelaksanaan







a.    Pre tes






b.    Siklus I





c.    Siklus II




3
Penyelesaian







a.    Analisis data






b.    Penulisan draft laporan






c.    Seminar dan revisi






d.   Penggandaan dan pengiriman laporan






  1. BIAYA PENELITIAN
a.       Alat dan bahan penelitian (ATK)                        Rp.            750.000,00
b.      Transportasi                                                         Rp.         2.750.000,00
c.       Penyelesaian (analisis data, seminar,                   Rp.         2.500.000,00
penggandaan, dan Pengiriman laporan)
Jumlah Biaya                                                     Rp.        6.000.000,00

  1. PERSONALIA PENELITIAN
Identitas Peneliti
a.       Nama Lengkap                           :      Guru
b.      Tempat, Tanggal Lahir                 :      Kota,
c.       Jenis Kelamin                              :      Laki-laki/Perempuan
d.      Pangkat/Gol/Nip                          :     
e.       Jabatan Fungsional                       :      Guru
f.       Jabatan Struktural                        :      -
g.      Pendidikan Tertinggi                   :      S1 PGSD
h.      Bidang Keahlian                          :      Teknik Pembelajaran
i.          Alamat Kantor                            :      SD
j.          Alamat Rumah                            :     

  1. DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S., Sukardjono, P. Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Belen, S. (2003). Belajar Aktif dan Terpadu. Surabaya: Duta Graha Pustaka.
Carin, Arthur. (2001). Teaching Science Through Discovery. New York: Macmillan Publishing Company.
Depdiknas. (2003) Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Purwadarminta. (1994). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Pusat dan Pengembangan Bahasa, tanpa tahun. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Trihartanto, S.I. (2007). Metode Role Playing Pembelajaran Bahasa Indonesia. Makalah disajikan dalam Workshop Pengembangan Model Pembelajaran Mata Pelajaran bahasa Indonesia dan Bahasa Indonesia bagi Guru Sekolah Dasar Provinsi Jawa Tengah. LPMP Jawa Tengah. Semarang, 22-31 Oktober 2007.

Wardhani, I.G.A.K., Wihardit, K. dan Nasution, N. (2006). Penelitian Tindakan kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

No comments:

Post a Comment

Bagi yang menginginkan contoh PTK lengkap bisa SMS ke 081328239660